Rabu, 18 Maret 2020

Jarak Ribuan Mil

Montreal-Pierre Elliott Trudeu internasional airpot.

      Maghsli seorang mahasiswa yang pindah ke kota La Mode College, di saat dia berada di bandara dia merasa kebingungan saat akan sapa petugas itu. Dia menghafal dengan cepat basa di daerah sana, maka dari itu ketika dia menyapa petugas tersebut dia sudah terbiasa.
     "bonjur,bi!" sapaan dar petugas imigrasi, yang menggunakan bahasa prancis dan inggris. Jika di sapaan itu terdapat kata bi petugas di sana tahu kalau yag di sapa bukan orang prancis.
"Hi," Jawab maghsli tersenyum sangat manis. Saat maghsli berada di sana tidak ada yang mempermasalahkan dia memakai kedurung saat dia berada di sana. Dia haya di tanya menggapa dia datang ke kota Montreal. Maghsli menjawab dia ingin kuliah di sini, petugas pun heran dan petuga itu melirik maghsli hingga keseluruh penampilan maghsli.
     "Nice taste of fasshion," kata sang petugas.   
Saat dia sudah sampai di bandara, dia langsung bergegas membawa kopernya ke troli da mendorong ke arah luar. Mungkin kali ini  tidak akan ada yang menjemputnya lagi. Maghsli haya di beri alat yang akan ditinggalinya, dan semua itu sudah di urus oleh Miss Prudence, dia adalah salah satu dosennya di kuliah nanti.
     Kemudian maghsli pun mendapatkan taksi yang akan menggantarnya ke alamat tersebut, sepanjang jalan supir taksi yang saat itu di naikki oleh maghsli berbicara terus menerus bahasa inggris,dan ketika maghsli berbicara kalau dia dari indonesi dan tidak bisa berbicara bahasa prancis, dan supir itu berhenti berbicaranya.
      "this is the place,miss" supir pun menghentikan mobilnya, maghsli pun mumbuka jendela melihat bangunan yang berwarna hijau. Dan dia pun menatapi sampai akhir lalu dia melihat bangunan yang di cat berbeda-beda warna catnya, "thank you, sir" maghsli.
      Maghsli bertemu dengan lelaki yang keluar dari alamat dia tuju. Laki-laki itu bernama Michael dia memberikan selamat datang lalu dia membukakan pintu, "neneknya sudah nunggu lama dan sudaah mempersiapkan makan buat kamu dan kamarmu berada di lantai dua. Sini biar aku yang membawa kopermu". Lalu di antarkan menuju kamarnya.
      Setelah sampai di makarnya maghsli sangat ingin melihat-lihat suasaa kamarya, setelah itu dia banyak sekali kenalan di sana. Maghsli sangat ramah sanagt menghargai madame maple yang sudah susah payah untuk menyiapkan makan yag lezat, saat manghsli sedang berjalan-jalan di liar sana hampir semua yang ada di sana berbahasa prancis.
      Madame ini seorang penjaga wima di sana dia sudah menganggap semua yang berada di sana sebagai keluarganya "Aku yakin kamu disini membutuhkan ku mike," saut maghslilalu tersenyum "ya, make sanagt membantuku. Dia cucuku satu-satunya yang mau tinggal bersamaku" 
"Dimana cucu anda yang lain?"
"Tinggal di luar negri hampir semua cucuku berada di sana"..
"oh iyh, ada pantry  kecil di lantai 2, 1 kamar dengan kamarmu. Kalau kau ingin memasak sendiri makananmu." 
"Ngomong-ngomong dimankah indonesia? kudengar itu nama negaramu?" Tanya madame
"Sangat jauh dari sini. Di Asiaa tenggara,"
"oh... aku tak bisa membayangkan seberapaa jauh. Aku belum pernah keluar kanada"
"Sungguhkah?"
"Aku sudah cukup bahagia tinggal di konta ini, untuk apa pergi kke kota lain,"
      Saat makan malam make dan maghsli banyak membicarakan tentang kuliahnya. Seusai makan malam maghsli membayar uang bulanannya, setelah itu maghsli bergegas menuju kamarnya. Seluruh penatnya hilang saat dia mandi menggunakan air hangat itu, dia kemudia bergesah tidur sebelum mengejapkan mata dia sempat membayangkan kedua orang tuanya. Padawaktu itu dia mengirimkan foto dia saat di dala kamarnya
     Maghsli menelpon kedua orang tuanya menanyakan keadaan mereka, saat maghsli ingin menangis dia menutupi rasa tanggisan dia pada keua orang taunya karna dia tak ingin mereka tau kalau dia menangis karna hal sesuatu yag terjadi pada dirinya.
     
       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar